Kumpulan Puisi Bahasa Indonesia Pendek Terlengkap

Diposting pada
puisi bahasa indonesia pendek, contoh puisi pendek tentang keindahan alam, contoh puisi pendek tentang alam, contoh puisi bebas pendek, puisi pendek kehidupan, puisi pendek tentang sekolah, puisi sahabat sejati pendek
Gambar Kumpulan Puisi Bahasa Indonesia Pendek

Contoh Puisi Pendek – Kali ini kami akan berbagi tulisan dengan Anda tentang puisi bahasa Indonesia pendek yang tentu akan sangat membantu Anda sebagai siswa ketika mendapatkan tugas dari guru bahasa indonesia untuk membuat puisi. Kumpulan puisi pendek dibawah ini hanya sebagai referensi untuk tugas sekolah Anda. Jika Anda akan menyalin puisi pendek yang kami tulis diharapkan untuk menyertakan sumbernya.

Puisi pendek adalah puisi yang memiliki jumlah kalimat atau baris yang tidak begitu banyak, bahkan biasanya tidak lebih dari sepuluh baris. Salah satu contohnya adalah puisi pendek untuk ibu.

Puisi Bahasa Indonesia Pendek

Contoh puisi pendek tentang ibu adalah sebagai berikut.

Ibu

Aku dan kau memang tepisah jarak dan waktu
Aku anakmu yang sedang mencari ilmu
Terpaksa harus hidup jauh darimu
Bahkan di hari ibu ini aku hanya bisa mengungkapkannya lewat rindu padamu
Oh ibuku engkau sangat luar biasa bagiku
Walau aku dan kau terpisah jarak dan waktu
Tetapi, tiap waktu aku masih bisa merasakan dekapmu lewat doa doamu
Karena aku percaya setiap keberuntunganku di tempat perantauanku
Aku percaya itu doamu yang dikabulkan Allah
Terimakasih buu telah menjadi sosok yang luar biasa bagiku
Aku sayang Ibu

Puisi Bahasa Indonesia Pendek Bagian 1

Menunggu Waktu

Dia tak perlu sebuah ungkapan
Tak butuh pernyataan
Hanya ingin sebuah pembuktian
Itu adalah kepastian
Kau tak perlu malu
Karna itu butuh waktu
Dia sadar ada penentu
Hingga ujung cahaya itu

Badai Luruhkan Ia

Simpan ia dalam sumur sumur yang kekeringan
Beritakan pada mereka kini ia memiliki mata air
Beri tahu mereka untuk menjagamu
Memeliharamu
Tidak boros akan tenagamu
Sampaikan pada para pujangga
Yang cintanya membelah antariksa
Mengguncang planet neptunus
Mencair menjadi badai kembali
Terkurung karang dan lautan
Bahwa kau tak meminta dihadiahkan sesuatu
Hanya sedikit angin
Agar dapat menangis
Semoga ini bukan euforia semata
Tuhan,biarkan ia luruh bersama badai
Bersama air dan petirnya
Mengalir di riak nya sungai
Biarkan aku jadi bulu mata yang jatuh di pipimu
Tanda rindu yang menusuk urat nadi

contoh puisi cinta pendek, puisi pendek untuk sahabat, puisi alam pendek, puisi pendek pendidikan, kumpulan puisi pendek tentang alam, puisi pendek tentang lingkungan, puisi pendek tentang kehidupan
Kumpulan Puisi Pendek Kehidupan

Aku Hanya Ingin Menjadi Sederhana

Aku hanya ingin menjadi sederhana
Sesederhana berbicara
Sesederhana hujan
Sesederhana itu
Tapi
Terkadang aku ingin menjadi rumit
Entah mengapa
Aku bingung
Apa mungkin aku bisa menjadi sederhana
Apakah tak sulit
Apa bisa
Tanya ku dalam lara
Tuhan
Biarkan aku mengalir
Biarkan aku terbang bebas
Biarkan Aku
Aku hanya
Ingin menjadi hal-hal
Sederhana, yang selalu
Mudah kau ingat karena
Sanggup membuatmu
Merona

Cahaya Senja adalah Hadiah

Terindah dari matahari di antara
Rangkaian cahaya yang terus ia
Pancarkan sepanjang hari
Cahaya senja dapat pula dijadikan
Simbol kehangatan dan cinta Ketika
Senja, matahari telah kehilangan
Teriknya Pada saat itu setiap orang
Dapat melihat matahari secara
Langsung tanpa harus mengejapkan
Mata Sekitar setengah jam, setiap
Orang dapat menikmati semburat
Warna-warni indah di langit barat
Merah, jingga, kuning keemasan Jika
Ada awan, akan muncul pula nuansa
Kelabu dan keunguan Pada saat itu,
Hati siapakah yang dengan bodohnya
Masih tega menyimpan dendam

Hidupmu Indah Bagai Pelangi

Semua hidupku dulu sepertimu
Tapi,kini hidupku sudah menjadi hitam kelam semua pelangi ku beri untukmu
Semua itu tapi kini aku sadar aku lupa untukku dan saat ku meminta pelangi Darimu sedikit saja kamu menoleh pergi bersama semua pelangiku dan Meninggalkanku di jurang duka
Itu yang kau berisaat kita berjalan ku sadari kini kau membawaku ke jurang duka
Saat ku jatuh tak ada yang melihat dan mendengarkanku
Rindu
Suatu saat kau akan mengerti
Karena waktu terus berputar
Selama jiwaku berdetak
Dan nyawa masih di badan
Biarlah, aku terkurung sunyi

Mungkin Juga Diriku Tersisih

Niatku hanya menggapai harapan
Meski waktuku terlupakan
Pertemuan ini tak direncanakan
Meski ku coba bertahan
Untuk maknai dan pahami
Pikiran dalam hati
Aku larut dalam rindu
Dan akan ku lalui sepi
Meski sunyi mendekapku
Meski hampakan terasa
Jika waktunya tiba
Waktu tlah ku genggam
Kau kan tau rinduku
Yang telah terukir indah
Aku takkan menyerah
Meski badai menghadang langkah
Karena ku tlah jatuh hati
Padamu
Maaf jika hadirku
Membuatmu sedih
Karena rinduku ini
Untuk mu selalu

Cinta

Saat ini
Ku rasa di hatiku
Sesuatu yang tak terhapus
Sesuatu yang sangat hebat
Kadang ia menyakitkan
Dan kadang ia seperti permen
Ia seperti permainan
Tapi itu bukanlah permainan
Jika kau anggap itu permainan
Kau akan rasakan
Akibat yang hebat
Rasa itu akan menusuk hatimu
Dan hal itu mengejarmu
Selama kau disitu
Kau tak bisa lepas
Dari cinta ini

Penantian Hati

Disaat terpikir tentang dia
Yang tak tau ada di mana
Hati teriak dengan kehampaannya
Menunggu cintanya
Menangis tanpa air mata
Teriak tanpa suara
Merasa sakitnya hati
Tersiksa menunggu yang di nanti
Berat melepas rasa ini
Yang merasuk dalam hati
Bila aku nanti mati
Sesalku abadi
Akankah penantian ini berujung bahagia
Atau hanya sia sia
Tapi hati tegar menghadapinya
Walau akhirnya membuat luka

Musik Hidup

Musik hidup
Perlahan-lahan
Sayup musik kudengar
Menghapus desahnya yang hijau
Menghilangkan sepoi bertiup
Sekali kudengar kembali kudengar
Nada tersusun bernyanyi
Senyap sekitar
Sejuk meraih sukma
Indah, menggoda telinga
Mengiang naik turun
Memutar roda kehidupan
Kadang tinggi kadang rendah
Hidup
Bagai musik yang mengalun
Seperti roda berputar
Bak ombak yang menggulung
Pasir di pantai tak akan habis
Air di laut tak akan surut
Matahari tak akan buta
Perjuangkan hidupmu
Pertahankan nafasmu
Hingga dia menjemputmu

Puisi Bahasa Indonesia Pendek Bagian 2

Biru

Biru
Dapatkah kau rasakan
Galau risau hatiku
Yang semakin pilu menusuk kalbuku
Biru
Warnamu tiada seindah dulu
Suaramu semakin jauh
Nyaris tak terdengar olehku
Biru
Rasanya seperti sembilu
Saat kenyataan menghampiriku
Mengiris batinku
Biru
Aku membutuhkanmu
Kembalikan ceriaku
Warnai kembali hari-hariku
Biru
Dapatkah kau bantu aku
Menapak hidup yang baru

puisi pendek tentang pendidikan, puisi pahlawan pendek dan singkat, kumpulan puisi pendek pendidikan, puisi pendek tentang guru, contoh puisi pendek untuk guru, puisi pendek untuk ibu, contoh puisi pendek tentang ibu
Kumpulan Contoh Puisi Pendek

Kesayangan

Sayang
Aku ingin malam ini kau datang
Dan memandang bulan terang
Sayang
Aku ingin malam ini kau datang
Membungkusku dengan kehangatan
Memanjakanku dengan perhatian
Membahagiakanku dengan keceriaan
Sayang
Andaipun malam tak jadi datang
Aku ingin kau tetap datang
Sebagai bukti bahwa kasih sayangmu
Bukan hanya di angan

Pada Sebuah Perasaan

Mawar itu untukmu
Sebenarnya
Ingin tersemat dilubuk hatimu
Tapi kegalauan ini menahannya
Menjadi sebuah keping
Harapan ini untukmu
Sebenarnya
Ingin engkau yang menjaganya
Tapi keraguan ini
Menggamangkannya
Menjadi kesia-siaan
Hati ini untukmu
Sebenarnya
Ingin engkau yang meraihnya
Tapi impian ini menaklukkannya
Hanya sebatas mimpi saja

Pada Suatu Saat

Pada suatu saat
Akan ada yang hilang
Ketika angin dan hujan tak lagi dapat beriringan
Dan hati tak bisa lagi dipersatukan
Tapi akan ada yang tertinggal
Sebuah kenangan yang tersimpan
Di lubuk hati yang terdalam
Pada suatu saat
Akan ada yang terbang
Ketika malam tak lagi dapat bersatu dengan bintang
Dan ada yang tak bisa dipertahankan
Tapi akan ada yang mengendap
Tersimpan di dasar hati selamanya
Pada suatu saat
Akan ada yang meredup dan pudar
Ketika hujan turun perlahan-lahan
Sebuah kenangan
Lebih pantas untuk jadi kenangan
Tak perlu dusik kembali

Cinta Itu

Cinta itu hutan
meneduhkan, cantik tapi kadang kita tersesat di dalamnya
Cinta itu matahari
panas membakar tapi ia berguna
Cinta itu hujan
selalu kita berlari agar tak terguyur tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang
cinta itu awan
kadang berarak beriringan kadang hilang tak tahu kemana
cinta itu kamu
kadang menyebalkan tapi juga kurindukan

Taman Surga

Saat tatapan mata memandang lepas
Wujud ciptaanNya di dunia
Berdegup hati ini berkata,
Sungguh mempesona tak ada duanya
Ku bayangkan dan kuresapi siapa gerangan
Membuat sama sedemikian rupa
Hati semakin berdegup seraya menangis
teringat dan terngiang, seperti apa
taman surga berada
Meratap dan menangis kembali hati ini
Mengingat janji Tuhan
Hanyalah mereka manusia pilihan
Yang jauh dari perbuatan nista dan angkara murka
Yang akan menjadikan mereka penghuni taman surga kekal selamanya
Oh, Tuhan walau seribu jalan berliku
Berikanlah petunjukMu pada langkah kaki ini
Agar hambaMu termasuk ke dalam golongannya

Aku Memilihmu

Aku memilihmu
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman
Aku memilihmu
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia
Aku memilihmu
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa

Cinta Tanpa Rencana

Saat aku ada di dekatmu
Rasa nyaman hinggap di benakku
Saat aku sendiri dan butuh teman berbagi
Sosok dirimu yang kucari
Pertamanya ku tak menyangka
Ku anggap dirimu hanya teman saja
Kupikir rasa ini hanya sekedar kekaguman sosokmu semata
Ternyata semua ini adalah cinta
Terbersit gundah saat kusadari
Bahwa semua rasa ini tak biasa
Ingin kumenyatakannya
Namun kutakut merusak rasa yang sudah terbiasa ada
Bukan di diriku tapi di dirimu

Demikian kumpulan puisi bahasa Indonesia pendek yang kami sajikan untuk Anda. Selamat belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *