Kiamat Sudah Dekat? Ini Buktinya!

Posted on

Nasihat Islam – Di mana ada awal maka di situ pula ada akhir. Begitu pula dengan kehidupan di dunia. Allah telah menjadikan dunia ini sebagai tempat tinggal bagi manusia. Manusia ditugaskan oleh Allah sebagai khalifah di bumi untuk menjaganya dari kerusakan. Namun, manusia tindak akan tinggal selamanya di bumi ini. Allah hanya menempatkan manusia di bumi dengan batasan waktu tertentu. Setelah waktu itu habis, maka Allah akan mengakhirkan kehidupan seluruh manusia yang ada di bumi.

Apabila bumi kita ini akan berakhir pada waktunya, maka kapankah waktu kehancurannya? Jawaban yang sangat tepat untuk menjawab pertanyaan di atas adalah dengan dalil-dalil firman Allah azza wa jalla dan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang akan dijelaskan di bawah ini.

Kiamat Sudah Dekat

Adapun jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyan “Kapankah terjadinya kiamat?” adalah “Hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya dan yang pastinya bahwa kiamat itu sangatlah dekat.” Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Q.S Al Ahzab  33 : 63)

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Q.S Al Qomar 54 : 1)

Hari Terjadinya Kiamat

Walaupun Allah merahasiakan kapan tepat terjadinya hari kiamat, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan tanda-tanda kedatangannya. Lebih dari itu, bahkan beliau mengabarkan secara pasti mengenai hari terjadinya kiamat.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sebaik-baiknya hari dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakaan, di hari itu ia dimasukkan ke surga, di hari itu ia dikeluarkan dari surga, dan tidaklah terjadi kiamat kecuali di hari Jum’at.” (HR. Muslim : 854)

Walaupun dikatakan kiamat didirikan pada hari Jumat, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak menyebutkan secara pasti Jumat manakah tepat terjadinya hari kiamat. Maka tugas kita hanyalah cukup beriman saja dengan apa yang disabdakan beliau agar senantiasa menyiapkan bekal amal untuk menghadapinya.

Tanda-tanda Kiamat

Apabila kita mengkaji kitab-kitab hadits, maka akan dijumpai banyak sekali sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan tentang tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat. Karena banyaknya hadits yang beliau sabdakan maka cukuplah kami paparkan sedikit dari sabda beliau tentang tanda-tanda terjadinya kiamat baik yang sudah maupun yang akan terjadi.

Tanda yang Sudah Terjadi

Suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi oleh seorang berpakaian putih bersih dan berambut hitam yang tidak dikenal. Ia duduk dihadapan Rasulullah dan menanyakan tentang empat hal. Diantara pertanyaan itu adalah tentang Islam, Iman, Ihsan, dan terjadinya kiamat. Tatkala beliau ditanya tentang kapan terjadinya kiamat maka beliau tidak bisa menjawabnya. Namun, ketika beliau ditanya tentang tanda-tanda terjadinya kiamat maka beliau menjawab :

أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ

“Seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan engkau akan melihat orang yang tidak bersandal  lagi telanjang, lagi miskin, lagi pengembala beberapa kambing saling berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim : 8)

Dalam hadits tersebut terdapat dua tanda, yaitu: Seorang budak wanita yang melahirkan majikannya dan orang miskin yang berlomba-lomba meninggikan bangunan. Sekilas apa yang beliau sabdakan memang tampak tidak masuk akal. Bagaimana mungkin bisa seorang wanita melahirkan majikannya sendiri? Terdapat perbedaan ulama’ dalam mengartikan kalima hadits ini. Adapun salah satu pendapat menyebutkan bahwa maksud dari wanita yang melahirkan majikannya adalah bahwa seorang anak akan memperbudak ibunya sendiri (wallaahu ‘alam). Dan demikianlah kenyataan yang terjadi pada saat ini. Bahkan tak jarang kita mendengar berita bahwa seorang ibu banyak yang disuruh-suruh dan ditelantarkan oleh anak-anaknya sendiri.

Baca juga  Surga Firdaus dan Penghuninya (Bagian 2)

Kemudian bagaimana mungkin orang miskin yang tidak memiliki sandal dan tidak berpakaian yang hanya mengembala kambing bisa membangun bangunan yang tinggi? Maka bisa kita artikan bahwa mereka adalah orang-orang Arab (wallaahu a’lam). Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dahulu orang-orang Arab berekonomi rendah banyak yang berprofesi sebagai pengembala kambing. Namun, seiring berjalannya waktu kita lihat saat ini bagaimana Arab mampu membangun gedung-gedung tinggi yang sangat besar dan megah. Bahkan gedung tertinggi yang kita ketahi saat ini berada di salah satu negara Jazirah Arab.

Kemudian, tanda yang sangat tampak jelas saat ini adalah terangkatnya ilmu, banyaknya kebodohan, diminumnya arak, dan tampaknya perzinaan.

عَنْ أَنَس بْن مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Termasuk syarat-syaratnya terjadi kiamat adalah diangkatnya ilmu, tetapnya kebodohan (agama), diminumnya arak, dan tampaknya perzinaan.” (HR. Muslim : 2671)

Ilmu yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah ilmu al-Quran dan as-Sunnah. Apabila kita melihat saat ini betapa banyak ilmu yang diangkat oleh Allah dengan wafatnya para ulama’ ahlussunnah. Minat umat Islam untuk mempelajari kitab-kitab peninggalan merekapun sudah mulai menurun. Bahkan umat Islam justru lebih tertarik dengan kitab-kitab warisan orang-orang kafir dari pada kitabnya para ulama’. Majelis-majelis ta’lim para ulama’ yang senantiasa mengajarkan al-Quran dan as-Sunnah juga sudah jarang diikuti. Parahnya umat Islam zaman ini lebih menyukai bahkan rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti kegiatan seminar-seminar keduniaan ketimbang mengikuti majelis ta’lim yang tidak dipungut biaya sama sekali.

Jangankan minat untuk mempelajari al-Quran dan as-Sunnah, beragama Islampun hanya sekedar warisan dari orang tua tanpa mau mengetahui apa itu agama Islam. Banyak yang melaksanakan shalat tetapi tidak tau untuk apa mereka shalat. Yang diketahui hanyalah ikut-ikutan orang lain melaksanakan shalat tanpa mengetahui atas dasar ilmu apa mereka melakanakan shalat.

Apabila kebodohan agama sudah merajalela maka bukan hal yang aneh apabila makanan dan minuman yang memabukkan dijadikan konsumsi harian. Tidak mengherankan pula apabila banyak terjadi perzinaan dan bahkan secara terang-terangan melakukannya. Bahkan hal itu menjadi kebanggaan tersendiri apabila sudah berhasil mencicipi ratusan wanita dengan jalan yang diharamkan.

Adapun tanda berikutnya yang tidak bisa kita pungkiri saat ini adalah terjadinya banyak pembunuhan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ، قَالُوا: وَمَا الْهَرْجُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الْقَتْلُ الْقَتْلُ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah terjadi kiamat hingga banyaknya Al-Harj.” Para sahabat bertanya : “Apakah itu Al-Harj wahai Rasulullah?” Beliau bersabda : “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Muslim : 157)

Lihatlah bagaimana keadaan Negara Syam saat ini! Bukankah mereka saat ini dalam keadaan huru-hara yang sagat dahsyat? Mereka dibunuh oleh Yahudi Israel dengan cara yang hina. Banyak kaum muslimin yang mati bahkan syahid di tanah Syam. Hal ini menunjukkan sebagai pertanda bahwa kiamat semakin dekat.

Tanda yang Belum Terjadi

Setelah kita mengetahui tanda-tanda yang sagat nyata dan jelas di mata betapa dekatnya hari kiamat, maka berikut ini sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang kejadian apa yang akan datang setelah ini.

Baca juga  Aqidah Islamiyah dan Contoh Aqidah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ada sepuluh tanda besar yang akan terjadi menjelang datangnya hari kiamat.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ: اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُونَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ، قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ – فَذَكَرَ – الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dari Hudzaifah bin Asiid al-Ghifari, berkata: Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam muncul di tengah-tangah kami dan kami sedang saling mengingat-ingat, lalu beliau bersabda : “Apa yang sedang kalian ingat-ingat?” Mereka berlata : “Kami sedang mengingat kiamat.” Beliau bersabda : “Sesungguhnya tidak akan terjadi kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda sebelum terjadinya – Lalu beliau menyebutkan – Ad-dukhon (Asap), Ad-dajjal, Ad-daabbah (hewan melata), terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya ‘Isa bin Maryam shallallaahu ‘alaihi wasallam, Ya’juj ma’juj, tiga gerhana: (yaitu) gerhana di daerah timur, gerhana di daerah barat, dan gerhana di Jazirah Arab, dan akhir dari itu adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia sampai tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim : 2901)

Adapun kejadian selanjutnya yang akan dialami oleh manusia menjelang hari kiamat adalah tidak adanya manusia yang mengucapkan kalimat “Allah”. Suatu saat nanti umat Islam akan dimusnahkan secara serentak dengan angin yang lembut sebelum datangnya hari kimat. Apabila umat Islam sudah musnah dari muka bumi maka tidak ada seorangpun yang mengucapkan kalimat “Allah”. Setelah kejadian itu maka tersisalah orang-orang yang buruk di muka bumi dan terjadilah kiamat menimpa mereka.

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ: اللهُ، اللهُ

Dari Anas, Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah terjadi kiamat hingga di bumi tidak dikatakan : Allah Allah.” (HR. Muslim : 148)

إِذْ بَعَثَ اللهُ رِيحًا طَيِّبَةً، فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ، فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ، وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ، يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ، فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

“ . . . ketika itu Allah mengutus angin yang baik, lalu angin tersebut melewati bawah ketiak-ketika mereka, maka angin tersebut mengambil ruh setiap orang iman dan setiam orang islam, dan tersisalah sejelek-jeleknya manusia (yang masih hidup), mereka saling berbuat kekacauan (hura-hara) di bumi seperti huru-haranya keledai, dan terjadinya kiamat menimpa atas mereka” (HR. Muslim : 2937)

Demikianlah betapa nyatanya tanda-tanda kiamat yang telah kita jumpai saat ini. Apabila kita sudah melihat sebagian tanda kiamat yang sudah terjadi, maka tanda berikutnya yang belum terjadi akan menyusul dengan sangat cepat. Maka dari itu, yang harus kita lakukan tatkala melihat hal tersebut adalah berlomba-lomba dalam beramal shalih sebelum kedatangannya.

Ringkasan

  • Kiamat sudah sangat dekat.
  • Kiamat terjadi di hari Jum’at.
  • Termasuk beberapa tanda kiamat yang sudah terjadi saat ini diantaranya:
  • Budak wanita yang melahirkan majikannya.
  • Berlomba-lombanya manusia dalam meninggikan gedung.
  • Diangkatnya ilmu agama dengan mewafatkan para ulama’.
  • Banyaknya kebodohan agama.
  • Banyaknya peminum arak atau sejenisnya.
  • Tampaknya perzinaan.
  • Termasuk beberapa tanda kiamat yang akan terjadi diantaranya:
  • Munculnya ad-Dukhon (Asap).
  • Keluarnya Dajjal.
  • Hewan melata (dalam riwayat lain hewan tersebut bisa berbicara pada manusia)
  • Matahari terbit dari tempat terbenamnya (barat)
  • Turunnya Isa bin Maryam ‘alaihis salam.
  • Keluarnya Ya’juj Ma’juj.
  • Gerhana di daerah timur.
  • Gerhana di daerah barat.
  • Gerhana di Jazirah Arab.
  • Keluarnya api yang menggiring manusia dari arah Yaman.
  • Munculnya angit lembut melewati ketika setiap orang yang mengambil nyawa setiap muslim dan mukmin.
  • Tidak ada yang mengatakan kalimat “Allah.”

Penulis : Adam Rizkala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *